Piatu Sedari Kecil,Wanita Ini Dapat Memeluk Sosok Ibunya Ketika Umroh

21:54 Unknown 0 Comments

Assalamualaikum Wr. Wb.


Aisyah sebut saja namanya seperti itu, wanita ini sejak kecil sudah kehilangan Ibunya yang meninggal dunia. Malang memang nasib Aisyah, ia hanya dibesarkan oleh Ayahnya hingga dewasa.

Rasa rindu Aisyah begitu besar untuk dapat bertemu dengan Ibu yang sangat disayanginya, ingin melihat rupanya untuk mengenal wajahnya, namun apa daya yang dapat dilakukannya hanyalah memandang wajah Ibunya melalui potret yang berada di album foto miliknya.





Semakin dewasa, Aisyah selalu berpikir ingin membahagiakan Ibunya. Dan ketika dia telah berhasil dalam karirnya, ia sempat berteriak memanggil Ibunya,"Mama...Mama....ini mobil buat Mama", ucap Aisyah kala ia mendapatkan sebuah mobil dari jerih payahnya sendiri. Ketika selesai mengucapkan kata-kata tersebut dia pun tersadar bahwa sosok Ibunya yang ia maksud telah tiada dan Aisyah pun hanya dapat memandang potret Ibunya sambil menderaikan air mata.

"Aku hanya ingin melakukan apa pun yang terbaik untuk bisa ngebahagiain Mama", gumam Aisyah dalam hati sambil memandang potret Ibunya.

Untuk mengobati rasa kangennya Aisyah tak pernah lupa untuk mendoakan Ibunya, ia selalu mendoakan kebaikan untuk Ibu yang ia  cintai karena hanya itulah yang mampu ia lakukan.

Suatu ketika Allah menghendaki Aisyah untuk melaksanakan ibadah umrah, maka disana pun ia tidak pernah lupa untuk mendoakan Ibunya disela-sela ibadahnya karena begitu besarnya cinta yang ia miliki terhadap sosok yang melahirkan dia.

Namun Aisyah pun sadar bahwa ia harus menerima takdir yang telah ditetapkan Allah sehingga ia pun rela dengan kepergian Ibunya tanpa harus larut dalam kesedihan yang berlanjut di setiap hari-hari yang dilewatinya.

Ketika Aisyah berada di Masjid Nabawi, tiba-tiba ada sosok yang memanggilnya dengan sebutan anak.

"Nak, sini Nak", panggil Ibu itu.

Mendengar panggilan itu, Aisyah berbalik badan untuk melihat siapa yang memanggilnya. Betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok wanita yang memanggilnya itu begitu mirip sekali dengan Ibunya yang begitu ia rindukan. Tanpa berkata-kata Aisyah langsung berlari menghampiri wanita paruh baya tersebut dan memeluknya erat sembari menangis. Wanita tersebut pun heran dengan sikap Aisyah yang terus menangis haru.

"Sudah Nak jangan menangis lagi, Ibu pergi dulu", ucap wanita asing tersebut. Aisyah pun tersadar dan melepaskan pelukannya terhadap wanita asing tersebut. Walau pun Ibu tersebut bukanlah orang yang melahirkan Aisyah namun dalam hati ia berkata,"Walaupun Engkau pertemukan aku dengan orang yang mirip dengan Ibuku, namun aku memohon agar kau pertemukan aku dengan Ibuku di surga-Mu ya Allah".

Kisah Aisyah merupakan cerminan cinta dan rasa sayang terhadap orang tua yang telah melahirkannya, sehingga tiap dalam perjalanan hidupnya ia selalu diberi kemudahan. Boleh jadi kemudahan yang kerap didapatinya merupakan hikmah dari doa yang selalu ia panjatkan untuk Ibunya yang telah tiada. Semoga kita semua selalu diberikan kesempatan untuk mendoakan kedua orang tua kita dimanapun mereka berdua berada...aamiin.

Umroh Amanah

Source

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

You Might Also Like

0 comments: