Showing posts with label wawasan. Show all posts

Islam di Mata Orang Jenius Sedunia

Assalamualaikum...Wr. Wb.

Banyak orang pernah mendengar Johaan Wolfgang von Goethe, tetapi masih banyak yang tidak tahu siapakah dia. Johann Wolfgang von Goethe adalah seorang penyair, negarawan, seniman, dan ilmuwan asala Jerman yang menurut sumber, beliau adalah salah satu orang terjenius di dunia dengan IQ 240 yang mengalahkan IQ Einstein yang 'cuma' 165 saja.



Pilih Aku atau Ibumu?



 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah Ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya. Dari matanya yang sembab dan merah, Ibunya tahu bahwa Sarah pastinya habis bertengkar lagi dengan suaminya, Rafi.

Meski sang Ibu heran karena biasanya Sarah hanya akan menelepon Ibunya sambil menangis jika bertengkar dengan Rafi, tetapi kali ini sang Ibu memilih untuk menanti anaknya sendiri yang akan bercerita. Ayahnya yang melihat anaknya datang pagi-pagi bersama cucunya segera menghampiri dan menanyakan masalahnya.
Sarah kemudian mulai menceritakan awal mula pertengkarannya dengan Rafi tadi malam. Semua bermula ketika Sarah menemukan buku rekening milik Rafi yang terjatuh di dalam mobil mereka. Ketika dirinya meilhat buku tabungan tersebut, dirinya terkejut mendapati Rafi yang selalu menarik sejumlah uang setiap bulannya di tanggal yang sama. Jumlah uang yang ditarik oleh Rafi sama persis dengan jumlah uang yang Rafi berikan padanya. Sarah kecewa karena merasa Rafi telah membohongi dirinya selama ini dengan membagi dua penghasilan suaminya itu entah untuk apa atau siapa. Sarah berfikir mungkin ada wanita lain di dalam kehidupan suaminya itu.

Ayah Sarah yang mendengar semua cerita anaknya itu tidak menampakkan rasa kaget ataupun marah di raut wajahnya. Beliau hanya menghela nafas dan kemudian berkata:

“Sarah....yang pertama, langkahmu datang ke rumah Ayah sudah dilaknat oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya. Karena kamu meninggalkan rumahmu tanpa seizin suamimu”. Mendengar kalimat Ayahnya barusan membuat Sarah sontak kebingungan dan tidak menyangka bahwa Ayahnya tidak mendukung tindakannya itu.

“Yang kedua, mengenai uang suamimu. Kamu memang tidak berhak mengetahuinya. Hakmu hanyalah uang yang telah diberikan suamimu ke tanganmu. Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga bukan yang lain. Jika engkau membelanjakan uang itu tanpa seizin suamimu meskipun itu untuk sedekah, itu bukan yang benar dan tidak boleh dilakukan”, lanjut Ayahnya tanpa menghiraukan raut kebingungan anaknya.

“Dan Sarah, Rafi sudah menelepon Ayah dan menjelaskan semuanya. Dia memang mengatakan bahwa uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita. Rafi tidak menceritakannya padamu, karena dia tahu kamu tidak menyukai wanita itu sejak lama. Kamu sudah mengenal wanita itu Sarah dan sejak Rafi menikah denganmu, maka hanya kamulah wanita yang memilikinya”.

“Rafi meminta maaf pada Ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu. Ayah mengerti karena Ayah sudah mengenal watakmu...”, mata Ayahnya mulai berkaca-kaca sebelum kemudian melanjutkan.

“Sarah......yang harus kamu tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu, karena jika suamimu ridho padamu maka Allah pun akan ridho. Sedangkan suamimu, ia sampai kapan pun wajib taat kepada Ibunya, karena begitulah Allah SWT mengatur laki-laki untuk selalu taat kepada Ibunya. Jangan sampai kamu menjadi penghalang bakti suamimu kepada Ibundanya”.

“Suamimu, dan harta suamimu adalah milik Ibunya” , Ayah Sarah mengatakan itu dengan tangis . Air matanya begitu banyak membasahi pipinya.

Seorang Ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan. Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya siap untuk menikah dan pergi menikah. Ibu melepasnya begitu saja. Kemusian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya, bekerja untuk keluarga barunya, mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya. Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan Ibunya. Bisa seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan hanya setahun sekali.

“Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan Ibu mertuamu. Boleh Ayah tahu kenapa?Apa karena rumahnya yang sempit? Sehingga kamu merajuk pada suamimu dan mengatakan bahwa kamu tidak bisa tidur disana, dan anak-anakmu tidak akan betah disana? Sarah...mendengar ini Ayah merasa sakit sekali, kenapa? Karena jika kamu saja tidak nyaman tidur disana, lalu bagaimana dengan Ibu mertuamu yang dibiarkan untuk tinggal disana?”.

“Uang itu diberikan Rafi untuk Ibunya karena dia ingin Ayahnya berhenti berkeliling untuk menjual gorengan. Dari uang itu Ibunda Rafi hanya memakainya secukupnya saja dan selebihnya secara rutin dia bagikan ke anak-anak yatim piatu dan orang-orang yang tidak mampu yang berada di kampungnya. Bahkan sisa uang itu juga masih cukup untuk menggaji seorang guru mengaji di kampung itu”, lanjut Ayah.

Sarah kemudian membatin di dalam hatinya. Ia sering merasa bahwa uang yang diberikan Rafi kurang, karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anaknya sekolah. Sarah juga menjaga penampilannya dengan merawat wajah dan tubuhnya di spa secara rutin. Dia juga berjalan-jalan ke Mall dan berkumpul sesekali dengan teman-temannya di cafe/restoran yang mereka biasa kunjungi.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat dengan mertuanya hanya karena mertuanya seorang tukang gorengan keliling. Sedangkan tukang gorengan yang dipandangnya sebelah mata itu mampu menjadi Rafi, suaminya seorang sarjana yang mendapatkan pekerjaan yang banyak diidamkan orang. Seorang suami yang juga berhasil mandiri hingga mampu memiliki rumah sendiri yang nyaman dan mobil yang bisa mereka gunakan setiap hari.

“Ayah.....maafkan Sarah”, tangis Sarah meledak seketika. Ibundanya yang duduk disampingnya sejak tadi meraihnya kedalam pelukan.

“Sarah....kembalilah ke rumah suamimu. Ia adalah orang yang baik dan suami yang baik. Bantulah suamimu untuk berbakti kepada orang tuanya. Bantu suamimu untuk menggapai surganya dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu akan menghantarkan dirimu ke surga”, Ibunda Sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah. Sarah hanya mampu menjawabnya dengan anggukan sambil menahan tangisnya. Batinnya merasa sakit karena menyesali sikapnya yang selama ini sudah buruk kepada mertuanya dan berburuk sangka kepada suaminya. Tetapi daam hatinya, Sarah berjanji bahwa ia akan menjadi istri yang taat kepada suaminya.........سُبْحَانَ اللّهُ

Kirimkan kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada yang mau mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga Anda pun akan mendapatkan pahala.....Insya Allah.

Salam Madani Malang.....mari sebarkan kebaikan ^^

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Keistimewaan Puasa Ramadhan

Assalamualaikum wr wb

Salam Saudara Madani sekalian, memasuki Ramadhan hari ke-12 hari ini Madani ingin membagikan keistimewaan bulan Ramadhan untuk Saudara Madani sekalian. Mari kita simak ^^





Keistimewaan bulan Ramadhan dibagi secara 3 yaitu 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari kedua adalah ampunan, dan 10 hari ketiga adalah pembebasan dari api neraka.

10 Hari Pertama Ramadhan 

Pada 10 hari pertama Ramadhan, Allah SWT membagikan rahmat-Nya kepada kita semua karena pada 10 hari pertama adalah fase terberat dan tersulit dikarenakan kita mengalami fase peralihan dari kebiasaan makan kita yang normal. Tubuh kita juga harus menyesuaikan diri karena harus menahan lapar dari Subuh hingga Magrib. 

Bukan hanya tubuh kita yang harus menyesuaikan diri, kita juga harus beradaptasi dengan pola pikir kita yang dipersiapkan untuk lebih sabar dan ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa.Oleh karena itu, Allah membukakakn kita pintu rahmat yang sebesar-besarnya bagi kita yang sudah dengan sabar dan ikhlas menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

10 Hari Kedua Ramadhan

Setelah melewati 10 hari pertama dan tubuh kita serta hati dan pikiran kita sudah menyesuaikan diri dengan puasa Ramdhan maka masuklah kita ke 10 hari kedua Ramadhan.

Untuk 10 hari kedua Ramadhan keistimewaannya adalah Allah membukakan pintu ampunan yang seluas-luasnya. Seperti yang disebutkan dalam hadizt Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dimana Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah dan akhirnya Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)”.

Maka pada 10 hari kedua ini perbanyaklah melakukan sholat malam, berdoa, berdzikir dan memohon ampunan dengan tulus dan dari hati yang terdalam agar diberikan Allah SWT ampunan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dan dibebaskan dari hukuman-Nya. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Pemberi ampunan.

10 Hari Ketiga

Pada 10 hari ketiga atau 10 hari terakhir keistimewaan pada 10 hari ini adalah pembebasan dari api neraka. Seperti yang Rasulullah SAW lakukan pada 10 hari terakhir Ramadhan maka ada baiknya kita melakukan beberapa hal sebagai berikut.

Yang pertama : tingkatkan kesempurnaan dalam beribadah, tingkatkan juga kualitas ibadah kita di 10 hari terakhir ini. Bukan hanya satu ubadah saja, tetapi seluruh ibadah kita seperti sholat, tilawatul Qur’an, dzikir, sedekah, sholat tarawih, sholat malam,dll

Kedua, ajaklah orang-orang terdekat kita untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah mereka sehingga orang-orang terdekat kita tidak melewatkan keuntungan dari waktu-waktu tersebut.

Ketiga, perbanyaklah ber-i’tikaf pada 10 hari terakhir ini. Sejenak memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan dan menikmati nyamannya beribadah.

Yang keempat, pada malam-malam terakhir ini, perbanyaklah ibadah sholat,dzikir,membaca Qur’an dan ibadah-ibadah yang lain karena diantar malam tersebut adalah malam yang paling kita nanti dan cari. Yaitu malam Lailatul Qadar, malam seribu bulan. Satu malam yang penuh berkah yang lebih baik daripada seribu bulan.

Maka Saudara Madani sekalian, sekali lagi mari kita tingkatkan amal ibadah kita, kita perbaiki kualitasnya, dan kita niatkan ibadah kita hanya untuk Allah SWT. Semoga segala dosa kita diampuni oleh Allah SWT dan  amal ibadah kita di bulan puasa tahun ini diterima oleh-Nya...amin.

Salam Madani.....mari sebarkan kebaikan

www.madanitour.co.id

#Madaninotes #Madanimalang #malang #Ramadhan #haji2016 #umroh2016

Wassalamualaikum wr wb....

Masjid Indah di Perancis

 
Assalamualaikum Wr Wb 
 
Saudara Madani sekalian, piala EURO 2016 sudah dimulai dan gelaran pertandingan ini banyak menyita perhatian masyarakat khususnya para pecinta pertandingan sepak bola. Kali ini Madani juga akan ikut meramaikan bahasan tentang piala EURO 2016 yang diadakan di Perancis dengan membahas 4 masjid indah yang berada di negara tersebut. Yuk mari kita simak ^^
 
1. Grande Mousque Paris
Pic From http://i.huffpost.com/gen/3820010/images/o-MOSQUE-PARIS-facebook.jpg
 
Masjid ini bernama resmi ‘La Grande Mosquee de Paris’ ini diresmikan pada 15 Juli 1926 oleh Gaston Doumergue. yang juga dihadiri oleh Sultan dari Maroko yang bernama Moulay Youssef. Masjid Al Qarauouiyyin yang berada di Maroko menjadi inspirasi gaya arsitektur Masjid Agung Paris ini. Sedangkan menara setinggi 33 meter terinspirasi dari masjid Al Zitouna di Tunisia. Kini masjid Agung di Paris ini menjadi salah satu pusat kajian Islam di Perancis. Selain area untuk ibadah sholat dan ibadah lainnya, masjid ini juga memiliki perpustakaan, sekolah muslim, ruang pertemuan, restoran, kedai teh, dan toko perlengkapan muslim.
 
2. Mousque de Bordeaux
Pic from https://vienmuhadi.files.wordpress.com/2010/03/img_5743.jpg?w=150&h=100
 
Masjid ini dibangun diatas tanah gereja yang membutuhkan waktu negosiasi berbulan-bulan. Walau sempat menyebabkan kontroversi karena anggota partai sayap kanan yang anti-Islam di kota itu menentangnya, tetapi tanah tersebut akhirnya berhasil dibeli dengan harga 240 ribu Euro. Uang pembelian tanah tersebut didapat dari sumbangan umat Islam di kota tersebut. 
 
3. Masjid di Evry Courcouronnes Paris
Pic from http://static.panoramio.com/photos/original/101044031.jpg
 
Masjid ini terletak di Evry-Paris. Pada awal tahun 1980-an pengumpulan dana dilakukan untuk membangun masjid ini. Peletakkan batu pertama dilakukan pada tahun 1984 dan pembangunan masjid baru dimulai pada tahun 1985. Arsitek masjid ini adalah Henri Baudot, dan masjid ini baru dibuka pada tahun 1995.
 
4. Masjid Strassbourg
Pic from http://www.trouvetamosquee.fr/wp-content/uploads/2012/09/GMS_inauguration-2.jpg
 
Masjid ini memiliki luas 1.300 meter persegi dan memiliki kubah tembaga berukuran 16 meter. Proyek pengerjaan masjid ini sudah dimulai sejak 1993 dan diresmikan pada bulan September 2012. Masjid ini membuka pintunya bagi semua wisatawan baik muslim maupun non-muslim untuk mengenal Islam lebih dekat. 
 
 
 Perancis adalah negara di Eropa yang memiliki umat muslim terbanyak, sehingga pembangunan masjid disana juga cukup banyak untuk mengakomodasi umat muslim yang hendak beribadah disana. Jadi Saudara Madani jika Anda berkunjung ke Perancis, jangan takut bila Anda akan kesusahan menemukan masjid, karena sudah banyak masjid yang berada disana.
 
Salam Madani Umroh & Haji Plus....mari sebarkan kebaikan ^^
 
Wassalamualaikum Wr Wb

tempat doa mujarab


Keistimewaan raudhah









Kenapa raudhah di masjid nabi sangat banyak di bicarakan kita orang hendak pergi haji/umroh.team artikel madani akan merangkumnya untuk para pembaca,karena memang ruadhah adalah salah satu tempat istimewa untuk berdoa ketika berada di tanah suci
Setidaknya ada 232 buah pilar atau tiang di Masjid Nabawi. Di antara ratusan pilar tersebut, ada beberapa pilar yang memiliki sejarah dan arti khusus. Meskipun beberapa kali mengalami perluasan –Alhamdulillah-, tempat-tempat tiang-tiang ini tetap terjaga. Sekarang, tiang-tiang itu diberi tanda untuk dikenali para peziarah.
Pada masa Rasulullah , tiang-tiang Masjid Nabawi terbuat dari pohon kurma. Tiang-tiang tersebut terletak di Raudhah Syarifah yang luasnya 144 m2. Berikut ini adalah nama-nama tiang (usthuwaanah) yang berada di dalam Raudhah Masjid Nabawi:
1.       Al-Usthuwaanah al-Mukhalqah
2.       Al-Usthuwaanah al-Qur’ah atau Usthuwaanah Aisyah
3.       Usthuwaanah At-Taubah/Usthuwaanah Abu Lubabah
4.       Usthuwaanah As-Sarir
5.       Usthuwaanah Al-Haras
6.       Usthuwaanah al-Wufud

Banyak orang yang mengunjungi masjid Nabi tidak menyadari pilar ini atau tidak mengetahui latar belakang sejarahnya. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan gambaran tentang letak dan latar belakang sejarah tiang-tiang tersebut. Dan jika Anda ditakdirkan berkunjung ke Masjid Rasulullah , Anda akan lebih meresapi jejak-jejak Rasulullah dan para sahabatnya di sana:
Pertama: Ustuwanaah al-Mukhallaqah

Makna dari al-Mukhallaqah adalah al-Muthayyabah yang diberi minyak wangi. Dari kata al-khaluq yang artinya parfum.
Jabir bin Abdullah mengatakan, “Orang pertama yang memberi wewangian pada Masjid Nabawi adalah Utsman bin Affan radhillahu ‘anhu. Ketika orang-orang Khaizuran datang berhaji pada tahun 70 H, diperintahkan agar masjid diberi wewangian. Yang menangani pemberian wewangian pada masjid ini adalah seorang wanita. Maka dia memberi wewangian seluruh bagian masjid termasuk kamar Nabi .
Diriwayatkan dari as-Samhudi dari Ibnu Zubalah bahwa Nabi melaksanakan shalat wajib di tiang ini selama beberapa belas hari setelah perubahan arah kiblat.
Salamah bin al-Akwa’ radhiallahu ‘anhu mengupayakan untuk shalat di tiang ini. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab, “Aku melihat Rasulullah biasa shalat di tiang ini.Dan hingga sekarang, khususnya bagian raudhah Masjid Nabawi, dibersihkan dengan air mawar setiap hari.
Kedua: al-Usthuwaanah al-Qur’ah atau Ustuwanaah Aisyah



Pilar ini juga disebut “Utswaanah Qur-ah” atau tiang undian. Tiang ini juga disebut dengan tiang Muhajirin. Karena sahabat-sahabat Muhajirin sering duduk di dekatnya. Tempat ini awalnya digunakan Nabi sebagai tempat shalat.
Tiang Aisyah terletak di tengah al-Rhaudhah asy-Syarifah. Yaitu tiang ketiga jika dihitung antara dinding makam Rasulullah dan mimbar nabi. Tiang ini dinamai dengan “Usthuwaanah Aisyah” sebagai pengingat dan penghormatan kepada perjuangan Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha dalam penyebaran Islam.
Ketiga: al-Usthuwaanah At-Taubah/Usthuwaanah Abu Lubabah



Tiang ini merupakan tiang keempat dari mimbar, yang kedua dari kubur, dan yang ketiga dari arah kiblat. Tiang ini disebut tiang Abu Lubabah, yakni seorang sahabat Nabi yang namanya adalah Rifaah bin Abdul Mundzir
Pada Perang Bani Quraizhah, Rasulullah mengutus Abu Lubabah radhiallahu ‘anhu kepada Bani Quraizhah. Melihat kedatangan Abu Lubabah, orang-orang Yahudi; laki-laki, wanita-wanita, dan anak-anak berlarian kepadanya. Kemudian mereka menangis hingga Abu Lubabah merasa iba pada mereka. Orang-orang Yahudi Bani Quraizhah berkata kepada Abu Lubabah, “Hai Abu Lubabah, bagaimana pendapatmu kalau kami tunduk kepada hukum Muhammad?” Abu Lubabah menjawab, “Ya”. Abu Lubabah berkata seperti itu sambil memberi isyarat dengan tangan ke tenggorokannya, yang artinya siap-siaplah kalian mati.
Abu Lubabah menyesali apa yang ia ucapkan. Ia berkata, “Aku tidak beranjak dari tempatku ini hingga Allah menerima taubatku atas perbuatanku. Aku berjanji kepada Allah agar selama-lamanya tidak diperlihatkan pada negeri yang di dalamnya aku pernah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya”.
Ibnu Hisyam mengatakan, “Abu Lubabah mengikat diri pada tiang masjid selama enam hari. Pada masa itu, istrinya datang di setiap waktu shalat untuk melepaskan ikatan agar ia bisa mengerjakan shalat. Usai shalat, ia kembali mengikat diri”.
Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, berkata, “Taubat Abu Lubabah diterima Allah”. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah , Bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada Abu Lubabah? Beliau bersabda, Silakan, jika engkau mau. Ummu Salamah berdiri di depan pintu kamarnya –itu terjadi sebelum hijab diwajibkan– kemudian berkata, “Hai Abu Lubabah, bergembiralah, karena Allah telah menerima taubatmu”. Para sahabat pun mengerumuni Abu Lubabah untuk melepaskan ikatannya, namun ia berkata, “Tidak, demi Allah, aku tidak mau, hingga Rasulullah sendiri yang melepaskanku dengan tangannya”. Ketika Rasulullah , keluar untuk menunaikan shalat subuh, beliau berjalan melewati Abu Lubabah, kemudian melepaskan ikatannya.
Keempat: Usthuwaanah as-Sarir (ranjang)





As-sarir artinya ranjang. Di tempat ini Rasulullah biasa beriktikaf. Beliau letakkan tempat tidurnya yang terbuat dari pelepah kurma, lalu berbaring di tempat ini. Karena itulah tiang ini dinamakan tiang as-sarir. Tiang ini terletak di sebelah Timur tiang Abu Lubabah.
Kelima: Usthuwaanah al-Hars
Di belakang (bila dilihat dari sisi Utara) tiang as-sarir, berdiri kokoh tiang al-Haras (penjagaan). Apabila berjumpa dengan masyarakat, Rasulullah duduk di tempat ini dan dijaga oleh para sahabatnya. Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu adalah yang paling sering menjaga beliau. Karena itu pula tiang ini dinamakan tiang Ali. Ketika Allah menurunkan firman-Nya,
وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ
“Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.” (QS:Al-Maidah | Ayat: 67).
Keenam: Usthuwaanah al-Wufud
Dari sisi utara, tiang ini terletak di belakang tiang al-Haras. Rasulullah biasa duduk di sini tatkala menyambut para utusan dari bangsa Arab yang datang ke Madinah.
Penutup
Tempat-tempat ini mengingatkan kita kepada Rasulullah dan para sahabatnya. Dulu, beliau dan para sahabatnya pernah shalat, duduk, dan bercakap di tempat-tempat ini. Sebagaimana Abu Bakar pernah teringat Nabi satu tahun setelah beliau wafat. Abu Bakar naik ke atas mimbar kemudian mengucapkan, Sesungguhnya Rasulullah pernah berdiri di tempat aku berdiri sekarang…” lalu beliau menangis karena teringat akan Rasulullah .
Pada zaman Umar bin al-Khattab, saat ia dan kaum muslimin masuk ke wilayah Syam, di waktu shalat Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan. Saat sampai lafadz “asyhadu anna Muhammad Rasulullah” semua kaum muslimin menangis. Mereka teringat saat Bilal mengumandangkan adzan di masa Rasulullah .
Subhanallah segala puji bagi allah tuhan semesta lama,semoga kita senantiasa dalam lindunganya dan berjalan melalui ridhonya,semoga pula kita cepet segara di undang ke baitulah menjalankan perintahnya aminn ya raboola alamin. (artklmdn2016)


amalan ketika gerhana matahari

Amalan saat gerhana







Boleh berbangga dan bersyukur untuk tahun 2016 ini para astronom memprediksikan akan terjadi gerhana matahari,fenomena ini sangangat jarang
terjadi atau bisa di bilang peristwa langka.pasalnya gerhana ini akan terjadi di negri tercinta indonesia yang di perkirakan terjadi pada sekitran bulan maret.
Atas adanya peristiwa langka tersebut ada beberapa amalan khususnya kita yang berkeyakinan islam,yang beberapa sunnah yang dianjurkan pada moment tersebut,
tak lain hanya untuk bersyukur dan mengagumi kuasa sang pencipta (allah)

Pertama: perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)


Kedua: keluar mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid.

Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini sebagaimana dalam hadits dari ’Aisyah bahwasanya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengendari kendaraan di pagi hari lalu terjadilah gerhana. Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melewati kamar istrinya (yang dekat dengan masjid), lalu beliau berdiri dan menunaikan shalat. (HR. Bukhari no. 1050). Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendatangi tempat shalatnya (yaitu masjidnya) yang biasa dia shalat di situ. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 343)
Ibnu Hajar mengatakan, ”Yang sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah mengerjakan shalat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, tentu shalat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih mudah melihat berakhirnya gerhana.” (Fathul Bari, 4: 10)
Apakah mengerjakan dengan jama’ah merupakan syarat shalat gerhana?
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, ”Shalat gerhana secara jama’ah bukanlah syarat. Jika seseorang berada di rumah, dia juga boleh melaksanakan shalat gerhana di rumah. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,
فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا
“Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah”. (HR. Bukhari no. 1043)
Dalam hadits ini, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam tidak mengatakan, ”(Jika kalian melihatnya), shalatlah kalian di masjid.” Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahwa shalat gerhana diperintahkan untuk dikerjakan walaupun seseorang melakukan shalat tersebut sendirian. Namun, tidak diragukan lagi bahwa menunaikan shalat tersebut secara berjama’ah tentu saja lebih utama (afdhol). Bahkan lebih utama jika shalat tersebut dilaksanakan di masjid karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengerjakan shalat tersebut di masjid dan mengajak para sahabat untuk melaksanakannya di masjid. Ingatlah, dengan banyaknya jama’ah akan lebih menambah kekhusu’an. Dan banyaknya jama’ah juga adalah sebab terijabahnya (terkabulnya) do’a.” (Syarhul Mumthi’, 2: 430)


Ketiga: wanita juga boleh shalat gerhana bersama kaum pria

Dari Asma` binti Abi Bakr, beliau berkata,
أَتَيْتُ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – زَوْجَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – حِينَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ ، فَإِذَا النَّاسُ قِيَامٌ يُصَلُّونَ ، وَإِذَا هِىَ قَائِمَةٌ تُصَلِّى فَقُلْتُ مَا لِلنَّاسِ فَأَشَارَتْ بِيَدِهَا إِلَى السَّمَاءِ ، وَقَالَتْ سُبْحَانَ اللَّهِ . فَقُلْتُ آيَةٌ فَأَشَارَتْ أَىْ نَعَمْ
“Saya mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha -isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu manusia tengah menegakkan shalat. Ketika Aisyah turut berdiri untuk melakukan sholat, saya bertanya: “Kenapa orang-orang ini?” Aisyah mengisyaratkan tangannya ke langit seraya berkata, “Subhanallah (Maha Suci Allah)”. Saya bertanya: “Tanda (gerhana)?” Aisyah lalu memberikan isyarat untuk mengatakan iya.” (HR. Bukhari no. 1053)
Bukhari membawakan hadits ini pada bab:
صَلاَةِ النِّسَاءِ مَعَ الرِّجَالِ فِى الْكُسُوفِ
“Shalat wanita bersama kaum pria ketika terjadi gerhana matahari.”
Ibnu Hajar mengatakan,
أَشَارَ بِهَذِهِ التَّرْجَمَة إِلَى رَدّ قَوْل مَنْ مَنَعَ ذَلِكَ وَقَالَ : يُصَلِّينَ فُرَادَى
“Judul bab ini adalah sebagai sanggahan untuk orang-orang yang melarang wanita tidak boleh shalat gerhana bersama kaum pria, mereka hanya diperbolehkan shalat sendiri.” (Fathul Bari, 4: 6)
Kesimpulannya, wanita boleh ikut serta melakukan shalat gerhana bersama kaum pria di masjid. Namun, jika ditakutkan keluarnya wanita tersebut akan membawa fitnah (menggoda kaum pria), maka sebaiknya mereka shalat sendiri di rumah. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 345)


Keempat: menyeru jama’ah dengan panggilan ’ash sholatu jaami’ah’ dan tidak ada adzan maupun iqomah.

Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan,
أنَّ الشَّمس خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَبَعَثَ مُنَادياً يُنَادِي: الصلاَةَ جَامِعَة، فَاجتَمَعُوا. وَتَقَدَّمَ فَكَبرَّ وَصلَّى أربَعَ رَكَعَاتٍ في ركعَتَين وَأربعَ سَجَدَاتٍ.
“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil jama’ah dengan: ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901) . Dalam hadits ini tidak diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqomah. Jadi, adzan dan iqomah tidak ada dalam shalat gerhana.
Kelima: berkhutbah setelah shalat gerhana

Disunnahkah setelah shalat gerhana untuk berkhutbah, sebagaimana yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Ishaq, dan banyak sahabat (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 435). Hal ini berdasarkan hadits:

عَنْ عَائِشةَ رَضي الله عَنْهَا قَالَتْ: خَسَفَتِ الشمسُ عَلَى عَهدِ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم. فَقَامَ فَصَلَّى رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم بالنَّاس فَأطَالَ القِيَام، ثُمَّ رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ قَامَ فَأطَالَ القيَامَ وَهو دُونَ القِيَام الأوَّلِ، ثم رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكوعَ وهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأوَّلِ، ثُم سَجَدَ فَأطَالَ السُّجُودَ، ثم فَعَلَ في الركعَةِ الأخْرَى مِثْل مَا فَعَل في الركْعَةِ الأولى، ثُمَّ انصرَفَ وَقَدْ انجَلتِ الشَّمْسُ، فَخَطبَ الناسَ فَحَمِدَ الله وأثنَى عَليهِ ثم قالَ:
” إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.
ثم قال: ” يَا أمةَ مُحمَّد ” : والله مَا مِنْ أحَد أغَْيَرُ مِنَ الله سُبْحَانَهُ من أن يَزْنَي عَبْدُهُ أوْ تَزني أمَتُهُ. يَا أمةَ مُحَمد، وَالله لو تَعْلمُونَ مَا أعلم لضَحكْتُمْ قَليلاً وَلَبَكَيتم كثِيراً “.

Dari Aisyah, beliau menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya, beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama.

Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.
Setelah itu beliau berkhotbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”
Nabi selanjutnya bersabda,

“Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina. Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari, no. 1044)

Khutbah yang dilakukan adalah dua kali khutbah sebagaimana pada Khutbah Jumat dan Khutbah Ied. (Kifayatul Akhyar, hal. 202).

semoga kita senantiasa di beri kenikmatan,hidayah dan selalu di pertolongan serta petunjuk baginya amin -amin ya rabbal alamin (artikelmadani)



Ka'bah bukan untuk di Sembah

Ka'bah Bukan Tuhan




Ka’bah merupakan kiblat, yaitu arah yang menjadi patokan umat Muslim ketika melaksanakan shalat. Penting untuk dicatat bahwa meskipun Muslim menghadap ke arah Ka’bah ketika shalat, umat Muslim tidak menyembah Ka’bah. Muslim beribadah dan menyembah hanya kepada Allah.
Hal ini disebutkan dalam Surat Baqarah:
“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (Qs. Al-Baqarah 2:144)
1. Islam ingin membina persatuan
Misalnya, jika umat Islam ingin melaksanakan shalat, sebagian Muslim mungkin ingin menghadap utara, sementara sebagian lainnya mungkin ingin menghadap selatan. Dalam rangka untuk menyatukan umat Islam dalam ibadah mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa, di manapun mereka berada, umat Islam diminta untuk menghadap hanya ke satu arah, yaitu ke arah Ka’bah. Jika sebagian Muslim tinggal di sebelah barat dari Ka’bah, maka mereka akan menghadap ke timur. Demikian pula jika mereka tinggal di sebelah timur dari Ka’bah, maka mereka akan menghadap ke barat.

2. Ka’bah berada di Tengah-tengah Peta Dunia
Umat Muslim adalah orang-orang pertama yang menggambar peta dunia. Umat Muslim menggambar peta dengan arah selatan menghadap ke atas dan utara menghadap ke bawah. Ka’bah berada di tengah-tengahnya. Pada masa kemudian, kartografer Barat menggambar peta terbalik dengan utara menghadap ke atas dan selatan ke bawah. Meski begitu, Alhamdullilah Ka’bah tetap menjadi titik tengah dari peta dunia.
3. Tawaf di sekitar Ka’bah untuk menunjukkan bahwa Allah hanya satu (Esa)
Ketika umat Muslim pergi ke Masjidil Haram di Mekkah, mereka melakukan tawaf atau memutari Ka’bah dalam bentuk lingkaran. Tindakan ini melambangkan keyakinan dan penyembahan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini karena sebagaimana lingkaran itu hanya memiliki satu titik tengah, dengan demikian juga hanya ada satu Allah (swt) yang layak disembah.
4. Hadist dari Umar (r.a)
Mengenai batu hitam, hajar aswad, ada hadist dari salah seorang Sahabat terkenal Nabi Muhammad (saw), yaitu Umar (r.a).
Menurut Sahih Bukhari, Volume 2, Kitab Haji, pasal 56, No. 675. Umar (r.a) berkata, “Aku tahu bahwa engkau (hajar aswad) hanyalah batu yang tidak dapat memberi keuntungan atau mencelakakan. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah (saw) menyentuh dan menciummu, aku tidak akan pernah menyentuh dan menciummu.”
5. Orang-orang berdiri di atap Ka’bah dan mengumandangkan adzan
Pada zaman Rasulullah (saw), orang-orang bahkan berdiri di atap Ka’bah dan mengumandangkan adzan. Seseorang mungkin bisa bertanya pada orang-orang yang menuduh bahwa umat Islam menyembah Ka’bah; “Penyembah berhala manakah yang berdiri di atas berhala yang dipuja-puja dan disembahnya?

 Kami antar anda ke Baitullah kunjungi www.madanitour.co.id

JANGAN TAKUT GELAP WAKTU TIDUR MALAM




JANGAN TAKUT GELAP WAKTU TIDUR MALAM



Salah satu petunjuk Rasulullah di malam hari adalah mematikan lampu sebelum tidur. Sehingga umat beliau tidur malam dalam kondisi gelap.
أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ ، وَغَلِّقُوا الأَبْوَابَ ، وَأَوْكُوا الأَسْقِيَةَ ، وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ
“Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. Al Bukhari)
Ternyata, hadits yang telah disabdakan lebih dari 14 abad itu baru terkuak rahasia medisnya di era modern ini.
Penelitian Joan Robert menemukan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin merupakan salah satu hormon kekebalan tubuh yang dapat memerangi dan mencegah sejumlah penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat.
Dengan tidur malam dalam kondisi gelap, seseorang bisa memproduksi hormon tersebut. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala menyebabkan produksi hormon melatonin terhenti.
Sejumlah penelitian berikutnya semakin memperkuat temuan Joan Robert. Sebuah penelitian penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics menemukan bahwa menyalakan cahaya buatan pada malam hari ketika tidur dapat memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.
Penelitian yang dipublikasikan pada 17 Nopember 2010 di acara Society for Neuroscience, San Diego menemukan korelasi antara cahaya lampu dan tingkat depresi. Orang yang sering terkena cahaya di malam hari relatif lebih mudah terkena depresi.
Inilah Rahasia Medis di Balik Hadits “Padamkan Lampu Jika Hendak Tidur”
Salah satu petunjuk Rasulullah di malam hari adalah mematikan lampu sebelum tidur. Sehingga umat beliau tidur malam dalam kondisi gelap.
أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ ، وَغَلِّقُوا الأَبْوَابَ ، وَأَوْكُوا الأَسْقِيَةَ ، وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ
“Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. Al Bukhari)
Ternyata, hadits yang telah disabdakan lebih dari 14 abad itu baru terkuak rahasia medisnya di era modern ini.
Penelitian Joan Robert menemukan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin merupakan salah satu hormon kekebalan tubuh yang dapat memerangi dan mencegah sejumlah penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat.
Inilah Rahasia Medis di Balik Hadits Padamkan Lampu Jika Hendak Tidur
Dengan tidur malam dalam kondisi gelap, seseorang bisa memproduksi hormon tersebut. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala menyebabkan produksi hormon melatonin terhenti.
Sejumlah penelitian berikutnya semakin memperkuat temuan Joan Robert. Sebuah penelitian penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics menemukan bahwa menyalakan cahaya buatan pada malam hari ketika tidur dapat memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.
Penelitian yang dipublikasikan pada 17 Nopember 2010 di acara Society for Neuroscience, San Diego menemukan korelasi antara cahaya lampu dan tingkat depresi. Orang yang sering terkena cahaya di malam hari relatif lebih mudah terkena depresi.
Penelitian oleh Joan Robert
Masya Allah… ternyata tuntunan Rasulullah sejak berabad-abad lalu mengangdung hikmah yang demikian hebat. Meski kelihatannya sederhana, di baliknya ada banyak manfaat untuk manusia. Bukankah ini merupakan salah satu bukti kebenaran hadits Nabi dan kebenaran Islam itu sendiri?!
promo umroh murah madanitour.co.id