Showing posts with label umroh&haji. Show all posts

Piatu Sedari Kecil,Wanita Ini Dapat Memeluk Sosok Ibunya Ketika Umroh

Assalamualaikum Wr. Wb.


Aisyah sebut saja namanya seperti itu, wanita ini sejak kecil sudah kehilangan Ibunya yang meninggal dunia. Malang memang nasib Aisyah, ia hanya dibesarkan oleh Ayahnya hingga dewasa.

Rasa rindu Aisyah begitu besar untuk dapat bertemu dengan Ibu yang sangat disayanginya, ingin melihat rupanya untuk mengenal wajahnya, namun apa daya yang dapat dilakukannya hanyalah memandang wajah Ibunya melalui potret yang berada di album foto miliknya.



Umroh Madani Tour & Travel Malang

Assalamualaikum...Wr. Wb.

Bismillahirohmanirohim.....

Allah Ta'ala akan mengganti semua biaya haji dan umroh (HR. Imam Baihaqi)

Cara Cepat Berangkat Umroh :

1. Niatkan karena Allah Ta'ala untuk berumroh.

 

2. Daftarkan diri Anda ke PT Madani Tours & Travel Malang.



3. Pilih waktu keberangkatan.



4. Bagi yang sudah mampu membayar, segera tunaikan niat Anda.
5. Bagi yang masih belum mampu membayar, bisa memilih paket tabungan.


6. Bila sudah, belajar manasik Umroh dengan serius.
7. Yang terakhir, berdoa meminta kepada Allah Ta'ala agar dimudahkan dan dicepatkan untuk berangkat Umroh.

Semoga kita disegerakan dan dilancarkan untuk pergi mengunjungi Baitullah...aamiin

Umroh Madani






Islam di Mata Orang Jenius Sedunia

Assalamualaikum...Wr. Wb.

Banyak orang pernah mendengar Johaan Wolfgang von Goethe, tetapi masih banyak yang tidak tahu siapakah dia. Johann Wolfgang von Goethe adalah seorang penyair, negarawan, seniman, dan ilmuwan asala Jerman yang menurut sumber, beliau adalah salah satu orang terjenius di dunia dengan IQ 240 yang mengalahkan IQ Einstein yang 'cuma' 165 saja.



Keistimewaan Puasa Ramadhan

Assalamualaikum wr wb

Salam Saudara Madani sekalian, memasuki Ramadhan hari ke-12 hari ini Madani ingin membagikan keistimewaan bulan Ramadhan untuk Saudara Madani sekalian. Mari kita simak ^^





Keistimewaan bulan Ramadhan dibagi secara 3 yaitu 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari kedua adalah ampunan, dan 10 hari ketiga adalah pembebasan dari api neraka.

10 Hari Pertama Ramadhan 

Pada 10 hari pertama Ramadhan, Allah SWT membagikan rahmat-Nya kepada kita semua karena pada 10 hari pertama adalah fase terberat dan tersulit dikarenakan kita mengalami fase peralihan dari kebiasaan makan kita yang normal. Tubuh kita juga harus menyesuaikan diri karena harus menahan lapar dari Subuh hingga Magrib. 

Bukan hanya tubuh kita yang harus menyesuaikan diri, kita juga harus beradaptasi dengan pola pikir kita yang dipersiapkan untuk lebih sabar dan ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa.Oleh karena itu, Allah membukakakn kita pintu rahmat yang sebesar-besarnya bagi kita yang sudah dengan sabar dan ikhlas menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

10 Hari Kedua Ramadhan

Setelah melewati 10 hari pertama dan tubuh kita serta hati dan pikiran kita sudah menyesuaikan diri dengan puasa Ramdhan maka masuklah kita ke 10 hari kedua Ramadhan.

Untuk 10 hari kedua Ramadhan keistimewaannya adalah Allah membukakan pintu ampunan yang seluas-luasnya. Seperti yang disebutkan dalam hadizt Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dimana Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah dan akhirnya Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)”.

Maka pada 10 hari kedua ini perbanyaklah melakukan sholat malam, berdoa, berdzikir dan memohon ampunan dengan tulus dan dari hati yang terdalam agar diberikan Allah SWT ampunan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dan dibebaskan dari hukuman-Nya. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Pemberi ampunan.

10 Hari Ketiga

Pada 10 hari ketiga atau 10 hari terakhir keistimewaan pada 10 hari ini adalah pembebasan dari api neraka. Seperti yang Rasulullah SAW lakukan pada 10 hari terakhir Ramadhan maka ada baiknya kita melakukan beberapa hal sebagai berikut.

Yang pertama : tingkatkan kesempurnaan dalam beribadah, tingkatkan juga kualitas ibadah kita di 10 hari terakhir ini. Bukan hanya satu ubadah saja, tetapi seluruh ibadah kita seperti sholat, tilawatul Qur’an, dzikir, sedekah, sholat tarawih, sholat malam,dll

Kedua, ajaklah orang-orang terdekat kita untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah mereka sehingga orang-orang terdekat kita tidak melewatkan keuntungan dari waktu-waktu tersebut.

Ketiga, perbanyaklah ber-i’tikaf pada 10 hari terakhir ini. Sejenak memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan dan menikmati nyamannya beribadah.

Yang keempat, pada malam-malam terakhir ini, perbanyaklah ibadah sholat,dzikir,membaca Qur’an dan ibadah-ibadah yang lain karena diantar malam tersebut adalah malam yang paling kita nanti dan cari. Yaitu malam Lailatul Qadar, malam seribu bulan. Satu malam yang penuh berkah yang lebih baik daripada seribu bulan.

Maka Saudara Madani sekalian, sekali lagi mari kita tingkatkan amal ibadah kita, kita perbaiki kualitasnya, dan kita niatkan ibadah kita hanya untuk Allah SWT. Semoga segala dosa kita diampuni oleh Allah SWT dan  amal ibadah kita di bulan puasa tahun ini diterima oleh-Nya...amin.

Salam Madani.....mari sebarkan kebaikan

www.madanitour.co.id

#Madaninotes #Madanimalang #malang #Ramadhan #haji2016 #umroh2016

Wassalamualaikum wr wb....

kabar tentang penambahan kuota haji tahun 2016



kabar tentang penambahan kuota haji tahun 2016







Kuota haji tahun ini tidak mengalami perubahan masih di sekitar  168.800 jamaah. Sama seperti tahun sebelumnya artinya pihak pemerintah Saudi belum menambahkan kuota 100.000 yang pernah dijanjikan kepada pemerintah Indonesia.
"Pihak Kemhaj (Kementerian Haji Arab Saudi) bahwa kuota tahun ini seperti tahun lalu tidak ada tambahan  Namun permintaan tambahan yang disampaikan Menag dalam pembahasan yang dengan Kemhaj akan dipelajari dan akan diberikan jawaban dalam waktu secepatnya," kata Staf Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) di Arab,oleh artikelmadani
Namun kuota umroh tidak akan dibatasi dan kabarnya pemerintah Saudi akan mempermudah untuk melakukan umroh dan memperbaiki fasilitas untuk ibadah umroh dan memberi kenyaman untuk jamaah madanitour
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menyinggung tentang bantuan kepada korban kejatuhan crane pada waktu tahun lalu,pak lukman menegaskan untuk membayarkan sesuai janji pemerintah arab sauidi kepada korban khususnya warga indo yang menjadi korban
Sebanyak 12 warga Indonesia meninggal dunia dan 61 orang lainnya luka-luka. Pemerintah Arab Saudi berjanji untuk memberikan undangan haji bagi ahli waris korban crane yang meninggal dunia dan mengulang ibadah haji bagi korban luka-luka. 
Sesuai yang di janjikan pemerintah  Arab Saudi memberikan santunan 1 juta riyal untuk korban meninggal dan 500 ribu riyal untuk korban luka-luka. Untuk memenuhi syarat pemberian santunan, data pribadi setiap korban akan dicek secara teliti berdasarkan waktu penanganan di rumah sakit. 
Data tersebut mencakup nama, kebangsaan, paspor, dan alamat. Data yang telah lengkap akan diteruskan kepada otoritas yang bersangkutan. 
Oleh karena itu warga Indonesia calaon jamaah haji mohon untuk bersabar menunggu antrian untuk pergi ke tanah suci,namun semoga selalu ada jalan untuk di undang ke baitullah dengan cara apapun kalau yang maha pemurah menghendaki pasti ada jalan menuju kesana entah lewat umroh atau apapun. Amin amin amin

tips mendaftar ibadah umroh dengan aman


TIPS memilih travel UMROH






setiap tahun peminat jamaah untuk melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci sangat meningkat,menurut data statistik peminat jamaah di tahun 2015 melonjak hingga 70% dari tahun sebelumnya hal ini sangat menarik dan di perhatikan oleh pihak-pihak pengurus jamaah umroh,
hal ini disebabkan karena pembatasan kuota haji di tanah air yang di batasi oleh pemerintah Saudi karena adanya pembangunan di makkah oleh karena itu jamaah yang mengingkan melaksankan jamaah haji akan menunggu paling cepet sekitar 10 tahunan atau lebih karena antrian dan peminat sangat banyak khususnya di Indonesia.namun baru-baru ini pemerintah arab Saudi memberikan kabar segar dengan adanya penambahan kuota haji setelah proses installasi di makkah selesai yang entah kapan akan dilakukan.

Mengenai haji yang sangat lama menantinya pemerintah memberi trobosan-trobosan solusi dengan memberi dukungan bagi travel-travel umroh dan haji untuk memberikan fasilitator untuk jamaah agar bisa melakukan ibadah umroh ke tanah suci dengan aman dan nyaman.

Pemerintah juga sangat serius tentang menggarap izin dan peraturan ke travel-travel agar jamaah merasa aman dan nyaman melakukkan ibadah umroh sebagai solusi untuk menunggu lamannya antrian untuk ibdah haji,pemerintah memberikan syarat dan ketentuan yang sanggat ketat kepada travel untuk pihak travel agar dapat memperoleh izin memberangkat jamaah.

Walaupun banyak kasus penipuan pada travel umroh sebenarnya kita sangat mudah untuk mengecek apakah kita akan aman mendaftarkan diri kita untuk beribadah umroh dengan mengecek legalitas PTMADANITOUR malang dan berkunjung di kantor resminya untuk memastikan bahwa kita akan aman ibadah dengan travel tersebut,kita tidak perlu kwatir akan tertipu jika semua legalitas tersebut sudah terpenuhi karena pemerintah telah menjamin anda dengan legalitas travel yang sudah di kantongi PT tersebut.


Beberapa travel umroh saat ini berlomba-lomba untuk memberi harga dan pelayanan terbaik kepada jamaahnya,oleh karena itu jamaah bisa langsung menanyakan kepada pihak travel missal madanitour untuk mempeoleh harga promosi dan harga terbaik untuk paket perjalan anda.dengan legalitas yang sudah dikantongi PT sudah dapat menjamin anda untuk beribdah dengan khusu.


Satu hal yang paling penting adalah kenyamanan dan kekhusukan anda,jadi jangan ragu untuk melakukan pendaftaran pihak penyelengara untuk mewujudkan niat anda menjalani ibadah umroh,dan semoga ibadah anda mabrur dan disegerakan diundang ke baitullah .amin amin amin 

tempat doa mujarab


Keistimewaan raudhah









Kenapa raudhah di masjid nabi sangat banyak di bicarakan kita orang hendak pergi haji/umroh.team artikel madani akan merangkumnya untuk para pembaca,karena memang ruadhah adalah salah satu tempat istimewa untuk berdoa ketika berada di tanah suci
Setidaknya ada 232 buah pilar atau tiang di Masjid Nabawi. Di antara ratusan pilar tersebut, ada beberapa pilar yang memiliki sejarah dan arti khusus. Meskipun beberapa kali mengalami perluasan –Alhamdulillah-, tempat-tempat tiang-tiang ini tetap terjaga. Sekarang, tiang-tiang itu diberi tanda untuk dikenali para peziarah.
Pada masa Rasulullah , tiang-tiang Masjid Nabawi terbuat dari pohon kurma. Tiang-tiang tersebut terletak di Raudhah Syarifah yang luasnya 144 m2. Berikut ini adalah nama-nama tiang (usthuwaanah) yang berada di dalam Raudhah Masjid Nabawi:
1.       Al-Usthuwaanah al-Mukhalqah
2.       Al-Usthuwaanah al-Qur’ah atau Usthuwaanah Aisyah
3.       Usthuwaanah At-Taubah/Usthuwaanah Abu Lubabah
4.       Usthuwaanah As-Sarir
5.       Usthuwaanah Al-Haras
6.       Usthuwaanah al-Wufud

Banyak orang yang mengunjungi masjid Nabi tidak menyadari pilar ini atau tidak mengetahui latar belakang sejarahnya. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan gambaran tentang letak dan latar belakang sejarah tiang-tiang tersebut. Dan jika Anda ditakdirkan berkunjung ke Masjid Rasulullah , Anda akan lebih meresapi jejak-jejak Rasulullah dan para sahabatnya di sana:
Pertama: Ustuwanaah al-Mukhallaqah

Makna dari al-Mukhallaqah adalah al-Muthayyabah yang diberi minyak wangi. Dari kata al-khaluq yang artinya parfum.
Jabir bin Abdullah mengatakan, “Orang pertama yang memberi wewangian pada Masjid Nabawi adalah Utsman bin Affan radhillahu ‘anhu. Ketika orang-orang Khaizuran datang berhaji pada tahun 70 H, diperintahkan agar masjid diberi wewangian. Yang menangani pemberian wewangian pada masjid ini adalah seorang wanita. Maka dia memberi wewangian seluruh bagian masjid termasuk kamar Nabi .
Diriwayatkan dari as-Samhudi dari Ibnu Zubalah bahwa Nabi melaksanakan shalat wajib di tiang ini selama beberapa belas hari setelah perubahan arah kiblat.
Salamah bin al-Akwa’ radhiallahu ‘anhu mengupayakan untuk shalat di tiang ini. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab, “Aku melihat Rasulullah biasa shalat di tiang ini.Dan hingga sekarang, khususnya bagian raudhah Masjid Nabawi, dibersihkan dengan air mawar setiap hari.
Kedua: al-Usthuwaanah al-Qur’ah atau Ustuwanaah Aisyah



Pilar ini juga disebut “Utswaanah Qur-ah” atau tiang undian. Tiang ini juga disebut dengan tiang Muhajirin. Karena sahabat-sahabat Muhajirin sering duduk di dekatnya. Tempat ini awalnya digunakan Nabi sebagai tempat shalat.
Tiang Aisyah terletak di tengah al-Rhaudhah asy-Syarifah. Yaitu tiang ketiga jika dihitung antara dinding makam Rasulullah dan mimbar nabi. Tiang ini dinamai dengan “Usthuwaanah Aisyah” sebagai pengingat dan penghormatan kepada perjuangan Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha dalam penyebaran Islam.
Ketiga: al-Usthuwaanah At-Taubah/Usthuwaanah Abu Lubabah



Tiang ini merupakan tiang keempat dari mimbar, yang kedua dari kubur, dan yang ketiga dari arah kiblat. Tiang ini disebut tiang Abu Lubabah, yakni seorang sahabat Nabi yang namanya adalah Rifaah bin Abdul Mundzir
Pada Perang Bani Quraizhah, Rasulullah mengutus Abu Lubabah radhiallahu ‘anhu kepada Bani Quraizhah. Melihat kedatangan Abu Lubabah, orang-orang Yahudi; laki-laki, wanita-wanita, dan anak-anak berlarian kepadanya. Kemudian mereka menangis hingga Abu Lubabah merasa iba pada mereka. Orang-orang Yahudi Bani Quraizhah berkata kepada Abu Lubabah, “Hai Abu Lubabah, bagaimana pendapatmu kalau kami tunduk kepada hukum Muhammad?” Abu Lubabah menjawab, “Ya”. Abu Lubabah berkata seperti itu sambil memberi isyarat dengan tangan ke tenggorokannya, yang artinya siap-siaplah kalian mati.
Abu Lubabah menyesali apa yang ia ucapkan. Ia berkata, “Aku tidak beranjak dari tempatku ini hingga Allah menerima taubatku atas perbuatanku. Aku berjanji kepada Allah agar selama-lamanya tidak diperlihatkan pada negeri yang di dalamnya aku pernah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya”.
Ibnu Hisyam mengatakan, “Abu Lubabah mengikat diri pada tiang masjid selama enam hari. Pada masa itu, istrinya datang di setiap waktu shalat untuk melepaskan ikatan agar ia bisa mengerjakan shalat. Usai shalat, ia kembali mengikat diri”.
Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, berkata, “Taubat Abu Lubabah diterima Allah”. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah , Bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada Abu Lubabah? Beliau bersabda, Silakan, jika engkau mau. Ummu Salamah berdiri di depan pintu kamarnya –itu terjadi sebelum hijab diwajibkan– kemudian berkata, “Hai Abu Lubabah, bergembiralah, karena Allah telah menerima taubatmu”. Para sahabat pun mengerumuni Abu Lubabah untuk melepaskan ikatannya, namun ia berkata, “Tidak, demi Allah, aku tidak mau, hingga Rasulullah sendiri yang melepaskanku dengan tangannya”. Ketika Rasulullah , keluar untuk menunaikan shalat subuh, beliau berjalan melewati Abu Lubabah, kemudian melepaskan ikatannya.
Keempat: Usthuwaanah as-Sarir (ranjang)





As-sarir artinya ranjang. Di tempat ini Rasulullah biasa beriktikaf. Beliau letakkan tempat tidurnya yang terbuat dari pelepah kurma, lalu berbaring di tempat ini. Karena itulah tiang ini dinamakan tiang as-sarir. Tiang ini terletak di sebelah Timur tiang Abu Lubabah.
Kelima: Usthuwaanah al-Hars
Di belakang (bila dilihat dari sisi Utara) tiang as-sarir, berdiri kokoh tiang al-Haras (penjagaan). Apabila berjumpa dengan masyarakat, Rasulullah duduk di tempat ini dan dijaga oleh para sahabatnya. Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu adalah yang paling sering menjaga beliau. Karena itu pula tiang ini dinamakan tiang Ali. Ketika Allah menurunkan firman-Nya,
وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ
“Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.” (QS:Al-Maidah | Ayat: 67).
Keenam: Usthuwaanah al-Wufud
Dari sisi utara, tiang ini terletak di belakang tiang al-Haras. Rasulullah biasa duduk di sini tatkala menyambut para utusan dari bangsa Arab yang datang ke Madinah.
Penutup
Tempat-tempat ini mengingatkan kita kepada Rasulullah dan para sahabatnya. Dulu, beliau dan para sahabatnya pernah shalat, duduk, dan bercakap di tempat-tempat ini. Sebagaimana Abu Bakar pernah teringat Nabi satu tahun setelah beliau wafat. Abu Bakar naik ke atas mimbar kemudian mengucapkan, Sesungguhnya Rasulullah pernah berdiri di tempat aku berdiri sekarang…” lalu beliau menangis karena teringat akan Rasulullah .
Pada zaman Umar bin al-Khattab, saat ia dan kaum muslimin masuk ke wilayah Syam, di waktu shalat Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan. Saat sampai lafadz “asyhadu anna Muhammad Rasulullah” semua kaum muslimin menangis. Mereka teringat saat Bilal mengumandangkan adzan di masa Rasulullah .
Subhanallah segala puji bagi allah tuhan semesta lama,semoga kita senantiasa dalam lindunganya dan berjalan melalui ridhonya,semoga pula kita cepet segara di undang ke baitulah menjalankan perintahnya aminn ya raboola alamin. (artklmdn2016)